Karakteristik pasien COVID-19 di Indonesia

Semenjak WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/ Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD) pada tanggal 30 Januari 2020 dan menetapkan COVID-19 menjadi pandemi pada tanggal 11 Maret 2020, angka kasus konfirmasi COVID-19 dari 213 negara sebanyak 2.959.929 dengan kasus meninggal 202.733 hingga tanggal 28 April 2020 (WHO,2020). Di Indonesia semenjak laporan kasus konfirmasi COVID -19 pertama kali pada tanggal 2 maret 2020 sampai dengan 28 April 2020 dilaporkan 9.511kasus konfirmasi COVID-19, 1.254 sembuh,773 orang meninggal, 213.644 ODP dan 20.428 orang PDP.

COVID-19 telah merata di 34 Provinsi di Indonesia dengan kasus 10 besar terbanyak yaitu DKI Jakarta 4,002 (42,08%), Jawa Barat 969 (10,19%), Jawa Timur 857 (9,01%), Jawa Tengah 682(7,17%), Sulawesi Selatan 453(4,76%), Banten 388(4,08%),Nusa Tenggara Barat 221(2,32%), Bali 215 (2,26%), Papua 177 (1,86%) dan Kalimantan Selatan150(1,58%). Sebagian besar pasien konfirmasi COVID-19 di Indonesia berjenis kelamin laki-laki(58,95%), usia terbanyak pasien konfirmasi COVID-19 di Indonesia pada kisaran umur 30-49 tahun (39,91%) disusul usia 50-69 (35,86%), usia 10-29 (17,94%), usia lebih dari 70 tahun (5,74%) dan usia 0-9 tahun sebanyak 1,56%. Gejala terbanyak yang dirasakan kasus konfirmsi COVID-19 adalah batuk(18,68%) dan penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi(35,57%).

Sumber :

  1. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
  2. Kemenkes RI

Kirim pertanyaan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Badan Mutu Pelayanan Kesehatan. All Rights Reserved | Website powered by Jogja Web Center